Instanusantara Semarang Photo Discuss #Portrait

Diskusi kali ini mengambil tema “PORTRAIT”.
Portraiture, salah satu sub fotografi, yang lazimnya mere

image

kam wajah, sebagian tubuh, atau full body dari objek (individu atau kelompok), yang sekaligus menggambarkan

keg

iat

an,

ka

rak

ter

at

au

moo

d d

ari

ob

jek

te

rse

but

.

Ph

oto

1

Ini masuknya portraiture model.
Moodnya dapet, feel nya kerasa.
Koreksi komposisi aja, lebih manis kalo ruang kiri diperlebar.
Oiya,ada perbedaan mendasar antara murni portraiture sama portrait model ya.
Untuk portraiture murni, biasanya fotografer gak perlu melakukan direct ke objek yg difoto, sedangjan dengan model, ada kerjasama, biasanya, mood yg didapet,keinginan fotografer.

T: Cahaya tone warna gimana kang
J: Saturasi rodo keduwuren kang. lighting, ketoke wes

kawane

n ya i

ki?

Main l

ight y

g jatu

h ke w

ajah b

isa di

eksplo

re lag

i kang

. hair

lite w

es ent

ok

Fo

to 2

Objeknya ga ada di semarang,mantep.
Sayang, framing kurang rapet, diusahakan lebih deket ke objek saat pengambilan portraiture.
Sudut pengambilan gambar kalo geser ke kiri dua langkah bakal lebih oke.
ada kuote dari salah satu legenda, nek fotomu kurang apik, brati njupukmu kurang cedak (robert capa) nek ga salah. Quote itu berlaku lebih spesial untuk portraiture. Tapi bisa diterapkan ke semua jenis fotgrafi.

Foto 3

image

headroom dilebihin lagi, bisa jadi lebih oke.
Saya rasa mood sudah dapet.
framing udah rapet. angle sedikit koreksi ke kanan bisa lebih enak.

Foto

image

4

Untuk foto ini, saya ga bisa masukin ke kategori portraiture. karena poi cuma satu.
masuk ke candid aja ya.
Meskipun mood dpt, kompo enak, framing oke. lighting juga dapet. tapi tetep  bisa masuk ke kategori portrait.
Memang secara konvensional dan teknis, foto portrait dibuat dengan framing wajah, leher dan bahu, setengah badan atau seluruh badan, dengan pencahayaan tertentu. Tentu jatuhnya cahaya akan memberi dampak yang signifikan pada sebuah potret (available light maupun strobe).

Pengkategorian apakah gambar yg kita ambil adalah portrait atau bukan, justru ditentukan dari prosesnya. Sepengetahuan saya, candid satu individu, belom bisa dikategorikan sebuah potraiture, kecuali memang terasa karakter dan sisi lain dari sang objek, contoh paling sederhana adalah eye contact. Kontak mata antara sang objek dengan lensa, bisa menentukan hasil akhir sebuah karya portrait.

Fo

image

to 5

Lighting oke, mood dapet.
Coba kalo ambil dari sisi kanan objek, mata yg ketutup asep sedikit mengganggu.
Framing yg rapet, udah oke sebenernya untuk sebuah foto portrait

Foto 6

image

Framing oke, lighting juga asik.
mood nya dapet

Foto 7

image

ekspresi objek dapet. sedikit koreksi, sebelah kanan sedikit ga penting ya, bisa dicrop aja. tapi ketutup sama kuatnya karakter

obj

image

ek.

Foto 8

Koreksi aja, Angle nya sedikit turun, lebih deket ke model. lightingnya udah oke pake window…
Moodnya udah dapet.

Oiya,tambahan

sebuah karya foto portrait harus mampu menunjukkan representasi tertentu dibalik objek yang difoto tersebut. Baik karakter, esensi batin, ekspresi ataupun sisi lain dari objek (menurut sudut pandang sang artist).

Iklan

Terima kasih telah berkunjung & silahkan tinggalkan jejak ya.... :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s